Detik; demi mengurangi penggunaan bensin Premium (bersubsidi) dan mengalihkannya ke Pertamax (non subsidi) kementerian ESDM menyebar spanduk bertuliskan ‘Premium Adalah BBM Bersubsidi Hanya Untuk Golongan Tidak Mampu’ di seluruh SPBU di Jabodetabek. Ternyata usaha ini tak berpengaruh menyadarkan orang kaya untuk tak memakai premium.

Salah seorang petugas SPBU yang berlokasi di Jalan TB Simatupang, Jakarta, mengatakan spanduk yang disebar pemerintah tak menyadarkan masyarakat untuk tidak menggunakan premium.

“Kemarin kalau nggak salah mulai dipasangi spanduknya, tapi menurut saya sih sebetulnya itu tidak berpengaruh. Tempo hari saya masih lihat mobil mewah isi premium,” tanggap petugas tersebut dengan polos kepada detikFinance, Kamis (14/4/2011).

Dirinya menilai, meski maksud pemerintah mungkin untuk menyadarkan agar orang mampu seharusnya beli pertamax, tapi pemasangan spanduk tersebut kurang tepat. “Mendingan naikkan pajak kendaraannya, atau bagaimana kek, kalau ini (pasang spanduk mah) nggak pengaruh,” timpalnya.

Di SPBU yang berbeda, pengendara motor yang mengisi pertamax menanggapi seharusnya selain dipasangi spanduk, pemerintah juga mencari cara lain.

“Nggak ada cara lain apa? Kalau menurut saya sih kalau pakai spanduk masih kuranglah,” kata Raja, ketika ditemui di SPBU bilangan Terogong, Jakarta Selatan.

Dirinya menilai mungkin pemerintah bisa mencari jalan lain, ditambah kesadaran masyarakat sendiri juga masih menentukan. “Ini juga tergantung dari kesadaran masyarakat juga sih,” tanggapnya.

Seperti diketahui, rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi batal dilakukan 1 April 2011 ini. Pemerintah mengambil langkah lain, salah satunya menyebar spanduk di SPBU agar masyarakat mampu sadar tak menggunakan BBM subsidi.

Untuk awal, spanduk hanya kan disebar di Jabodetabek mulai awal April ini. Namun untuk ke depannya di seluruh Indonesia spanduk tersebut akan disebar.

Baca Selengkapnya: Belum berhasil “rayu” pindah dari Premium ke Pertamax | Hot Topic http://www.situsotomotif.com/berita/hot-topic/belum-berhasil-rayu-pindah-dari-premium-ke-pertamax#ixzz1hb6BXaf7