Tag


Strategi Pembelajaran Reciprocal Teaching

Pendekatan konstruktivisme bertujuan melatih kemandirian siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Menurut Hamalik (dalam Sriyanti & Marlina, 2005), belajar mandiri adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh individu yang dimaksud untuk memperbaiki diri sendiri dan dimulai oleh diri sendiri. Oleh karena itu, keterlibatan siswa untuk melaksanakan belajar secara mandiri merupakan salah satu indikator keefektifan belajar. Siswa tidak hanya menerima saja materi dari guru tetapi juga menggali dan mengembangkan sendiri materi tersebut. Hasil pembelajaran tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahua, tetapi juga keterampilan berpikir. Salah satu Strategi pembelajaran konstruktivisme yang dapat mengaktifkan siswa adalah Reciprocal Teaching.

Menurut Arends (dalam Radharani, 2005) Reciprocal Teaching ialah pembelajaran yang dirancang agar siswa memperoleh strategi-strategi kognitifnya serta membantu siswa dalam memahami konsep. Pada pendekatan Reciprocal Teaching, guru membantu siswa dalam mengasah keterampilan-keterampilan kognitif pentingnya dengan menciptakan pengalaman-pengalaman belajar. Pada kesempatan itu mereka memberikan prilaku tertentu dan kemudian membantu siswa mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut berkat upaya mereka sendiri sebagai pemberi semangat dan dukungan.

Selain itu, Aderson dan Burn (dalam Sriyanti & Marlina, 2005) berpendapat bahwa pembelajaran Reciprocal Teaching memiliki empat strategi pemahaman mandiri spesifik, yaitu sebagai berikut.

  1. Siswa mempelajari materi yang ditugaskan guru secara mandiri, selanjutnya merangkum/meringkas materi tersebut.
  2. Siswa membuat pertanyaan yang berkaitan dengan materi diringkasnya. Pertanyaan ini diharapkan mampu mengungkapkan penguasaan atas meteri yang bersangkutan.
  3. Siswa mampu menjelaskan kembali isi materi tersebut kepada pihak lain.
  4. Siswa dapat memprediksi kemungkinan pengembangan materi yang dipelajari saat itu.